Daftar Isi
- Apa Itu Walk In Freezer?
- Perbedaan Walk In Freezer vs Walk In Chiller
- Jenis-Jenis Walk In Freezer
- Fungsi Utama Walk In Freezer
- Cara Kerja Walk In Freezer
- Efisiensi Energi pada Walk In Freezer
- Masalah Umum pada Walk In Freezer dan Solusinya
- 1. Suhu Tidak Stabil
- 2. Freezer Mengeluarkan Suara Bising yang Tidak Biasa
- 3. Listrik Sering Trip (Jeglek) Saat Freezer Menyala
- 4. Timbul Bunga Es (Frost) Berlebihan atau Kebocoran Freon
- 5. Konsumsi Listrik yang Tiba-tiba Membengkak
- 6. Kondensasi (Pengembunan) Berlebih di Dinding atau Lantai
- 7. Bau Tidak Sedap di Dalam Freezer
- 8. Lampu Interior Mati atau Berkedip-kedip
- Tanda-Tanda Perlu Service Walk In Freezer
- Pentingnya Service Rutin Walk In Freezer
- Kenapa Harus Memilih Jasa Service Walk In Freezer Profesional?
- Hubungi Ademin untuk Service Walk In Freezer Terdekat
Apa Itu Walk In Freezer?

Walk in freezer adalah sebuah ruangan khusus yang dirancang dengan teknologi pendingin untuk menjaga bahan makanan, minuman, maupun produk farmasi tetap awet dalam jangka waktu lama.
Berbeda dengan freezer biasa yang ada di rumah, walk in freezer memiliki ukuran jauh lebih besar sehingga bisa menampung stok dalam jumlah besar.
Inilah sebabnya, banyak bisnis F&B, hotel, restoran, hingga farmasi memilih menggunakannya.
Jika freezer biasa biasanya hanya mampu menyimpan beberapa kilo bahan, walk in freezer bisa menampung ratusan kilo, bahkan ton bahan sekaligus.
Suhu di dalamnya juga lebih konsisten, karena sistem pendinginannya memang dirancang untuk bekerja secara terus-menerus.
Maka dari itu, service walk in freezer menjadi bagian penting agar performanya tidak menurun.
Walk In Freezer vs Blast Freezer
Walk in freezer adalah ruang pendingin berukuran besar yang dirancang untuk menyimpan produk dalam jumlah masif.
Suhunya stabil di kisaran -18°C sampai -25°C, sehingga cocok untuk penyimpanan jangka panjang. Sistem pendinginnya bekerja terus-menerus agar suhu tetap konsisten, walaupun isi freezer penuh.

Jenis produk yang biasa tersimpan di walk in freezer antara lain daging, seafood, bahan beku olahan, hingga produk farmasi.
Kapasitasnya yang besar membuatnya menjadi pilihan utama bagi restoran, hotel, distributor, dan gudang penyimpanan. Kelebihan lain dari walk in freezer adalah kemampuannya menjaga kualitas produk tetap awet tanpa harus sering pindah-pindah barang.
Blast Freezer: Fungsi dan Kelebihannya
Blast freezer memiliki tujuan berbeda. Jika walk in freezer fokus pada penyimpanan massal, blast freezer justru difokuskan pada pembekuan super cepat. Suhunya bisa mencapai -30°C hingga -35°C dengan sirkulasi udara yang sangat kuat. Proses ini membuat bahan makanan membeku hanya dalam waktu singkat.
Keunggulan blast freezer ada pada kualitas produk yang tetap terjaga. Tekstur, warna, nutrisi, hingga rasa tidak mudah berubah karena pembekuan terjadi cepat. Inilah sebabnya banyak orang seperti produsen makanan beku, eksportir seafood, hingga restoran premium menggunakan blast freezer untuk mempertahankan mutu bahan segar.
Perbedaan Walk In Freezer vs Blast Freezer
| Aspek | Walk In Freezer | Blast Freezer |
| Fungsi Utama | Penyimpanan produk beku jangka panjang | Pembekuan produk sangat cepat untuk menjaga kualitas |
| Suhu Operasional | Stabil, -18°C hingga -25°C | Lebih rendah, -30°C hingga -35°C |
| Sistem Pendinginan | Menjaga suhu konstan secara terus-menerus | Hem busan udara kuat untuk percepat pembekuan |
| Durasi Pembekuan | Lambat (8-24 jam untuk jumlah besar) | Sangat cepat (2-6 jam) |
| Ukuran Ruangan | Besar (10-50 m³) | Kecil dan kompak (5-15 m³) |
| Jenis Produk | Berbagai bahan beku untuk stok harian | Produk segar bernilai tinggi (seafood, daging premium) |
| Tujuan Penggunaan | Penyimpanan jangka panjang | Proses pembekuan awal sebelum dipindahkan |
| Konsumsi Energi | Tinggi dan stabil untuk pertahankan suhu | Sangat tinggi saat aktif, biasanya hanya dinyalakan saat diperlukan |
| Contoh Pengguna | Restoran, hotel, distributor | Produsen makanan beku, eksportir seafood |
Penjelasan Tambahan
- “Produknya nanti pindah ke mana?”
Produk yang sudah membeku dengan cepat di blast freezer biasanya dipindahkan ke walk in freezer. Alasannya, blast freezer berfungsi sebagai “pembeku awal” agar kualitas tetap terjaga. Namun, menyimpan untuk jangka panjang lebih efisien di walk in freezer karena kapasitasnya jauh lebih besar. - “Besar” vs “Kecil”
Sekarang sudah jelas dengan angka. Walk in freezer bisa sebesar ruangan gudang mini (hingga 50 m³), sementara blast freezer lebih kompak (sekitar 5–15 m³). - “Blast freezer hidup terus atau hanya saat ada isi?”
Berbeda dengan walk in freezer yang harus terus menyala, blast freezer umumnya hidup hanya saat ada produk yang akan dibekukan. Setelah produk selesai dibekukan (2–6 jam), karyawan akan mematikan mesin untuk menghemat energi, lalu memindahkan produk ke walk in freezer.
Kenapa Bahan Perlu Kita Bekukan Dulu di Blast Freezer?
Blast freezer bekerja dengan membekukan bahan makanan secara sangat cepat.
Suhunya bisa mencapai -35°C ditambah dengan sirkulasi udara super kuat, sehingga suhu inti produk bisa turun dalam waktu singkat.
Proses ini menghasilkan kristal es kecil yang tidak merusak sel-sel bahan makanan.
Sebaliknya, jika memasukkan bahan mentah langsung ke walk in freezer dengan suhu -18°C sampai -25°C, proses pembekuan akan jauh lebih lambat.
Kristal es yang terbentuk menjadi lebih besar, sehingga berisiko merusak tekstur, rasa, hingga nilai gizi.
Risiko jika tidak membekukan bahan terlebih dulu di blast freezer:
- Kerusakan Tekstur → bahan jadi lembek dan berair setelah dicairkan.
- Kehilangan Nutrisi → drip loss lebih banyak, protein dan vitamin ikut hilang.
- Warna dan Tampilan Buruk → daging pucat, ikan kusam, buah beku jadi tidak menarik.
- Cepat Bau dan Rasa Tidak Segar → lebih mudah berbau amis atau asam.
- Lebih Rentan Kontaminasi → pembekuan lambat membuat bakteri masih bisa berkembang biak.
- Kerugian Finansial → pembeli bis tidak mau menerima produk bernilai tinggi karena kualitas turun.
📌 Singkatnya: blast freezer dipakai untuk pembekuan cepat agar kualitas tetap premium, sedangkan walk in freezer untuk penyimpanan jangka panjang. Keduanya tidak saling menggantikan, tapi saling melengkapi dalam rantai pendinginan.
👉 Dengan begitu jelas, blast freezer bukan pengganti walk in freezer, melainkan pelengkap. Umumnya bekukan dulu produk di blast freezer, lalu memindahkannya ke walk in freezer untuk penyimpanan jangka panjang.
👉 Setelah memahami perbedaan walk in freezer dan blast freezer yang sama penggunaannya untuk pembekuan bahan dalam skala besar, sekarang penting juga untuk melihat perbedaan dengan walk in chiller. Meski sekilas mirip karena sama-sama berbentuk ruang pendingin, fungsi dan tujuannya ternyata sangat berbeda.
Perbedaan Walk In Freezer vs Walk In Chiller
Sebelum memilih sistem pendingin untuk bisnis, penting untuk memahami perbedaan walk in freezer dan walk in chiller. Sekilas keduanya terlihat mirip karena sama-sama berbentuk ruangan pendingin, tapi fungsi, suhu, hingga tujuan penggunaannya sangat berbeda.
Berikut perbedaan lengkapnya:
| Aspek | Walk In Freezer | Walk In Chiller |
| Fungsi Utama | Membekukan bahan makanan/minuman untuk penyimpanan jangka panjang | Mendinginkan bahan makanan/minuman agar tetap segar untuk jangka pendek |
| Suhu Operasional | Sangat rendah, biasanya -18°C hingga -25°C | Di atas titik beku, biasanya 0°C hingga +10°C |
| Jenis Produk | Daging, seafood, es krim, bahan beku olahan | Sayuran segar, buah, minuman, produk dairy |
| Durasi Penyimpanan | Bisa berbulan-bulan bahkan tahunan tanpa merusak kualitas bahan | Hanya bertahan beberapa hari sampai 1 minggu tergantung produk |
| Tujuan Penggunaan | Untuk stok jangka panjang, menjaga produk tetap beku dan tahan lama | Untuk stok harian/ mingguan agar produk siap pakai dan tetap segar |
| Risiko Jika Bermasalah | Produk bisa cepat mencair dan rusak → kerugian besar | Produk cepat layu/basi, kualitas turun tapi belum tentu langsung rusak |
| Konsumsi Energi | Lebih tinggi karena suhu sangat rendah dan stabil | Lebih hemat karena hanya menjaga suhu dingin, bukan membekukan |
| Contoh Pengguna | Distributor daging, pabrik es krim, hotel besar, cold storage farmasi | Restoran, supermarket, kafe, hotel, katering |
Dalam praktiknya, bisnis biasanya menggunakan keduanya secara bersamaan. Restoran, misalnya, akan menyimpan daging, ikan, atau makanan olahan beku di walk in freezer.
Sementara itu, masukkan sayuran segar, minuman, atau buah-buahan di walk in chiller agar tetap segar dan siap digunakan setiap hari.
👉 Untuk penjelasan lebih lengkap tentang fungsi dan service walk in chiller, kamu bisa membaca artikel khusus di Service Walk In Chiller Ademin.
Jenis-Jenis Walk In Freezer
Setiap bisnis punya kebutuhan yang berbeda, jadi walk in freezer juga hadir dengan beberapa variasi desain dan kapasitas.
- Berdasarkan desain pintu → Ada yang menggunakan pintu geser, pintu berengsel, hingga model pintu ganda untuk memudahkan keluar masuk barang.
- Berdasarkan kapasitas penyimpanan → Mulai dari skala kecil untuk kafe hingga kapasitas besar untuk pabrik makanan atau distributor daging.
- Berdasarkan sistem pendingin → Ada yang menggunakan pendingin langsung, ada juga yang pakai sistem sirkulasi udara agar suhu tetap stabil merata.
Pemilihan jenis yang tepat akan membantu bisnis lebih hemat listrik sekaligus memudahkan perawatan.
Tanpa disadari, salah memilih jenis bisa membuat biaya maintenance walk in freezer jadi lebih mahal di kemudian hari.
Fungsi Utama Walk In Freezer
Dalam industri makanan, hotel, restoran, hingga farmasi, walk in freezer punya peran vital.
Pertama, alat ini menjaga bahan makanan tetap segar lebih lama. Misalnya, daging beku yang disimpan dengan suhu stabil bisa bertahan berbulan-bulan tanpa kehilangan kualitasnya.
Kedua, walk in freezer mendukung keamanan pangan. Suhu rendah membuat bakteri sulit berkembang, sehingga aman konsumsi makanan nantinya. Inilah alasan kenapa butuh service walk in freezer rutin, karena jika pendinginan terganggu, kualitas produk bisa menurun drastis.
Ketiga, alat ini menghemat biaya operasional bisnis. Dengan penyimpanan dalam jumlah besar, pemilik usaha tidak perlu bolak-balik belanja bahan, sehingga stok lebih terkendali.
Cara Kerja Walk In Freezer
Walk in freezer bekerja menggunakan sistem pendinginan yang terdiri dari kompresor, kondensor, dan evaporator. Kompresor akan menekan freon agar berubah menjadi gas bertekanan tinggi. Kemudian, gas ini mengalami pendinginan di kondensor sebelum masuk ke evaporator untuk menyerap panas dari dalam ruangan.
Proses tersebut berlangsung terus-menerus sehingga suhu di dalam freezer tetap stabil. Namun, jika salah satu komponen bermasalah, suhu bisa langsung terganggu.
Itulah sebabnya wajib maintenance walk in freezer secara berkala agar setiap komponen bekerja optimal.
Efisiensi Energi pada Walk In Freezer
Banyak orang mengira walk in freezer pasti boros listrik. Padahal,kalau merawatnya dengan baik, alat ini justru bisa bekerja dengan efisien.
Beberapa faktor yang membuat konsumsi listrik tinggi antara lain pintu yang tidak rapat, karet pintu rusak, atau filter kondensor kotor. Dengan melakukan cuci walk in freezer dan service rutin, penggunaan listrik bisa menjadi tidak terlalu tinggi.
Tips sederhana lain misalnya: jangan terlalu sering membuka pintu, atur suhu sesuai kebutuhan, dan pastikan pintu selalu tertutup rapat.
Dengan begitu, umur mesin lebih panjang dan biaya operasional bisa lebih hemat.
Masalah Umum pada Walk In Freezer dan Solusinya
Ruang pendingin beku (walk in freezer) adalah tulang punggung operasional bisnis kuliner dan rantai pasok makanan. Fungsinya untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan makanan dalam jangka waktu lama. Namun, seperti halnya peralatan pendingin lainnya, walk in freezer juga rentan mengalami gangguan. Masalah kecil yang dibiarkan dapat merembet menjadi kerusakan besar yang mengganggu operasional dan menguras biaya.
Berikut adalah masalah-masalah paling umum yang terjadi pada walk in freezer, disertai dengan penyebab dan solusi praktis untuk mengatasinya.
1. Suhu Tidak Stabil
Suhu yang naik-turun atau tidak cukup dingin adalah masalah serius yang langsung mengancam kualitas produk di dalam freezer.
Penyebab yang Mungkin:
- Pintu tidak tertutup rapat akibat segel (gasket) yang aus atau rusak.
- Tumpukan bunga es (frost) yang terlalu tebal pada evaporator.
- Sensor suhu (thermostat) yang rusak atau tidak terkalibrasi.
- Kebocoran refrigerant (freon).
- Sirkulasi udara terhambat karena barang menumpuk di depan unit evaporator.
Solusi yang Bisa Dilakukan:
- Periksa kondisi karet pintu (gasket). Jika sudah kaku atau robek, ganti segera.
- Lakukan defrost manual jika bunga es sudah tebal dan periksa sistem defrost otomatis (seperti timer, heater, dan sensor defrost).
- Mintalah teknisi untuk mengecek dan mengkalibrasi ulang sensor suhu.
- Jika diduga ada kebocoran freon, segera hentikan penggunaan dan panggil teknisi berpengalaman untuk memperbaikinya.
2. Freezer Mengeluarkan Suara Bising yang Tidak Biasa
.Suara dengung, gemeretak, atau berisik yang keras biasanya merupakan pertanda ada komponen mekanis yang bermasalah.
Penyebab yang Mungkin:
- Kipas evaporator atau kipas kondensor yang kotor, longgar, atau menyentuh bagian lain.
- Bearing pada motor kipas atau kompresor mulai aus.
- Kompresor mengalami masalah, seperti mounting shock (bantalan peredam) yang rusak atau tekanan yang tidak normal.
Solusi yang Bisa Dilakukan:
- Matikan unit dan bersihkan kipas evaporator & kondensor dari debu dan kotoran.
- Periksa dan kencangkan baut yang mungkin longgar.
- Jika suara berasal dari kompresor atau bearing yang aus, segera panggil teknisi. Jangan terus memaksakan operasi karena bisa menyebabkan kerusakan yang lebih parah.
3. Listrik Sering Trip (Jeglek) Saat Freezer Menyala
Ini adalah tanda peringatan dari sistem kelistrikan yang tidak boleh diabaikan karena berpotensi menyebabkan kebakaran.
Penyebab yang Mungkin:
- Beban listrik pada satu MCB terlalu berat karena digabung dengan peralatan lain.
- Kompresor mengalami “hard start” atau menarik arus listrik (ampere) yang terlalu tinggi.
- Ada gangguan atau korsleting pada kabel listrik atau komponen internal freezer.
Solusi yang Bisa Dilakukan:
- Pasang MCB khusus yang terpisah hanya untuk walk in freezer.
- Jangan menggabungkan stop kontak freezer dengan peralatan listrik berat lainnya.
- Jangan coba memperbaiki sendiri. Segera panggil teknisi kelistrikan yang berpengalaman untuk mendiagnosis masalah pada kompresor atau jalur kabel internal.
4. Timbul Bunga Es (Frost) Berlebihan atau Kebocoran Freon
Bunga es yang menumpuk di tempat yang tidak semestinya atau kebocoran freon adalah masalah sistem refrigerasi yang kritis.
Penyebab yang Mungkin:
- Bunga Es: Sistem defrost (pencairan es) tidak bekerja. Ini bisa disebabkan oleh timer defrost yang error, heater defrost yang putus, atau sensor suhu defrost yang rusak.
- Kebocoran Freon: Korosi pada pipa tembaga, sambungan yang longgar, atau kebocoran pada komponen seperti filter drier atau sambungan solder.
Solusi yang Bisa Dilakukan:
- Untuk bunga es, lakukan defrost manual terlebih dahulu, lalu mintalah teknisi untuk memeriksa dan mengganti komponen sistem defrost yang rusak.
- Untuk kebocoran freon, penanganan harus dilakukan oleh teknisi bersertifikat. Mereka akan mencari titik kebocoran, memperbaikinya, melakukan vakum, dan mengisi ulang refrigerant sesuai dengan jenis dan takaran yang tepat.
5. Konsumsi Listrik yang Tiba-tiba Membengkak
Kenaikan tagihan listrik yang signifikan tanpa peningkatan penggunaan adalah pertanda freezer bekerja tidak efisien.
Penyebab yang Mungkin:
- Koil kondensor dan evaporator kotor, membuat sistem kerja kompresor lebih berat.
- Pintu tidak rapat, sehingga udara dingin terus menerus keluar dan kompresor tidak pernah berhenti.
- Kompresor sendiri sudah tua atau rusak sehingga tidak efisien lagi.
Solusi yang Bisa Dilakukan:
- Rutin membersihkan koil kondensor (yang biasanya berada di luar unit) dan evaporator (di dalam ruangan).
- Pastikan pintu dan segelnya dalam kondisi baik dan tertutup rapat.
- Lakukan servis berkala untuk memastikan seluruh komponen, terutama kompresor, bekerja pada efisiensi puncaknya. Meski pemerintah menyatakan tarif listrik tidak naik, freezer yang boros tetap akan membebani operasional Anda.
6. Kondensasi (Pengembunan) Berlebih di Dinding atau Lantai
Kondensasi yang berlebihan menciptakan lingkungan yang lembap, memicu jamur, dan membuat lantai licin.
Penyebab yang Mungkin:
- Pintu sering dibuka-tutup atau dibiarkan terbuka lama.
- Segel pintu (gasket) sudah tidak rapat, memungkinkan udara lembap luar masuk.
- Insulasi pada dinding atau plafon freezer sudah rusak.
Solusi yang Bisa Dilakukan:
- Latih staf untuk membuka-tutup pintu dengan cepat dan memastikannya tertutup rapat.
- Ganti karet segel pintu yang sudah aus.
- Pertimbangkan untuk memasang tirai plastik (strip curtain) di depan pintu untuk mengurangi masuknya udara luar.
- Periksa kondisi insulasi jika kondensasi terjadi secara merata di dinding.
7. Bau Tidak Sedap di Dalam Freezer
Bau yang tidak sedap dapat mencemari makanan dan mengindikasikan masalah kebersihan atau sirkulasi.
Penyebab yang Mungkin:
- Bahan makanan yang rusak atau tumpah dan tidak dibersihkan.
- Ada sisa air atau kotoran yang terjebak di saluran pembuangan (drain line).
- Sirkulasi udara yang buruk menyebabkan bau mengendap.
Solusi yang Bisa Dilakukan:
- Kosongkan freezer dan lakukan pembersihan menyeluruh menggunakan pembersih food grade yang netral (tanpa aroma menyengat).
- Bersihkan saluran pembuangan (drain line) dan panci penampung (drain pan) di bawah evaporator.
- Pastikan kipas evaporator berputar dengan normal untuk menjaga sirkulasi udara yang baik.

8. Lampu Interior Mati atau Berkedip-kedip
Meski terlihat sepele, lampu yang mati menyulitkan inspeksi dan bisa jadi gejala masalah listrik.
Penyebab yang Mungkin:
- Lampu neon/LED nya sendiri sudah mati.
- Fitting (dudukan) lampu longgar atau berkarat.
- Ada masalah pada ballast (jika menggunakan neon) atau koneksi kabel ke fitting lampu.
Solusi yang Bisa Dilakukan:
- Ganti dengan lampu baru yang sesuai spesifikasi untuk suhu rendah.
- Periksa dan kencangkan dudukan lampu.
- Jika setelah diganti lampu masih bermasalah, atau terdapat kedipan, segera panggil teknisi untuk memeriksa kelistrikan internal guna mencegah risiko korsleting.
Tanda-Tanda Perlu Service Walk In Freezer
Ada beberapa tanda yang jelas menunjukkan bahwa walk in freezer kamu butuh perawatan segera:
- Makanan cepat rusak meski sudah tersimpan dengan benar.
- Tagihan listrik tiba-tiba melonjak tanpa sebab jelas.
- Pintu sulit menutup rapat atau karet pintu sudah aus.
- Mesin sering mati mendadak tanpa peringatan.
- Freezer butuh waktu lebih lama dari biasanya untuk mencapai suhu dingin.
- Suhu di dalam ruang sering naik turun meski jarang buka pintu.
- Permukaan dinding atau lantai terasa lembap karena kondensasi berlebih.
- Ada bau tak sedap yang tidak hilang meski sudah dibersihkan.
- Freezer mengeluarkan suara getar atau berdengung terus-menerus.
Jika tanda-tanda ini muncul, jangan kamu tunda-tunda lagi. Segera lakukan cuci walk in freezer atau panggil teknisi profesional agar masalah tidak semakin besar.
Pentingnya Service Rutin Walk In Freezer
Banyak pemilik usaha yang menunda perawatan karena merasa masih berfungsi normal. Padahal, service rutin justru mencegah kerusakan besar yang biayanya jauh lebih mahal.
Dengan melakukan service walk in freezer secara terjadwal, kamu bisa memastikan mesin tetap awet, hemat listrik, dan aman untuk penyimpanan makanan.
Bisa dibilang, service rutin adalah investasi jangka panjang untuk kelancaran bisnis.
Kenapa Harus Memilih Jasa Service Walk In Freezer Profesional?
Tidak semua orang bisa memperbaiki walk in freezer.
Alat ini membutuhkan keterampilan khusus serta peralatan teknis yang memadai. Jika sembarangan service, risiko kerusakan justru semakin besar.
Dengan memilih jasa profesional, kamu akan mendapatkan teknisi berpengalaman, perbaikan yang bergaransi, serta layanan transparan.
Ademin, misalnya, menyediakan maintenance walk in freezer dengan standar tinggi agar bisnis tetap berjalan lancar.
Hubungi Ademin untuk Service Walk In Freezer Terdekat
Kalau kamu sedang mencari layanan service walk in freezer yang terpercaya, langsung saja hubungi Ademin di 0817-4917-567.
Tim teknisi siap datang ke lokasi bisnis kamu, baik restoran, hotel, hingga gudang farmasi k—khususnya di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Layanan tersedia Senin hingga Minggu, pukul 09.00 – 17.00 WIB..
Untuk mengetahui detail harga layanan, kamu bisa cek di Daftar Harga Layanan Ademin atau langsung booking service melalui Kontak Ademin. Dengan begitu, semua urusan perawatan dan cuci walk in freezer jadi lebih mudah, cepat, dan aman.